Sinergi Membangun Sintang: DPRD dan Pemda Optimalkan Potensi Sawit Melalui Perda

SINTANG-Kabupaten Sintang menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat besar, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit. Guna mengoptimalkan potensi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang bersama Pemerintah Daerah (Pemda) terus mematangkan berbagai langkah strategis. Anggota DPRD Sintang, Toni, menyuarakan pentingnya sinergi yang terarah antara pemerintah, investor, dan masyarakat.

Toni memaparkan bahwa perkebunan sawit telah menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi lokal. Pemda telah menjalankan fungsi eksekutifnya dengan baik melalui pemberian izin operasional kepada perusahaan hingga tahap Tanaman Menghasilkan 2 (TM2). Ia memproyeksikan bahwa pada periode 2028 hingga 2030, perusahaan seperti KSP Grup akan memasuki masa replanting.

“Oleh sebab itu, pemerintah daerah berkepentingan untuk mengajak bersama-sama seluruh investor dan rakyat. Bagaimana caranya kita berkolaborasi membangun Kabupaten Sintang,” ungkap Toni, (18/4/2026).

Sejalan dengan visi tersebut, DPRD Sintang saat ini tengah fokus menjalankan fungsi legislasinya untuk menyusun regulasi yang berkeadilan. Agenda utamanya adalah pembahasan Peraturan Daerah (Perda) mengenai distribusi. Toni mengungkapkan bahwa pihaknya bersikap proaktif dengan membuka ruang komunikasi. “Tujuan utama kami menjalankan fungsi legislasi adalah pembahasan hingga pengesahan Perda ini. Secara jujur saya sudah mengirimkan informasi tersebut kepada 16 grup perusahaan besar. Tanggapannya memang beragam,” jelasnya.

Lebih lanjut, Toni menekankan bahwa penerapan regulasi ini tidak tebang pilih dan akan berlaku merata bagi semua pihak. Aturan ini tidak hanya menyasar perusahaan, tetapi juga perkebunan rakyat. Kebun inti perusahaan, kebun plasma, maupun kebun mandiri rakyat dipastikan terkena ketentuan serupa. Ia menegaskan, dirinya sendiri sebagai masyarakat pun wajib mematuhi aturan tersebut.

“Artinya hal ini harus kita diskusikan bersama secara menyeluruh. Saya berani berkata, kami di pihak rakyat saja siap. Bagaimana teman-teman perusahaan tidak siap? Walaupun hari ini yang hadir sekadar perwakilan manajer dan humas, ini adalah bentuk iktikad baik kami memberikan gambaran umum. Mari kita bersama pemerintah daerah, pengusaha sawit, dan rakyat bergotong royong membangun kebersamaan demi kemajuan daerah,” pungkas Toni secara tegas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *