Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon,  PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

SINTANG – Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya dapat dirasakan hingga bertahun-tahun. Akar pohon membantu menahan tanah dari erosi, daunnya berperan memperbaiki kualitas udara, sementara batang dan tajuknya menjadi peneduh yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Jika satu pohon mampu memberikan dampak besar, maka ribuan pohon tentu akan menghadirkan manfaat yang jauh lebih luas.

Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, gerakan penghijauan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin 15 tentang Ekosistem Daratan.

Semangat itulah yang diusung PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli. Selain dikenal sebagai lembaga keuangan yang fokus pada pembiayaan dan pendampingan usaha masyarakat prasejahtera, PNM juga memperluas kepeduliannya pada aspek lingkungan melalui gerakan penanaman pohon di 58 cabang di seluruh Indonesia.

Setiap cabang menanam sedikitnya 500 bibit pohon. Dengan demikian, secara nasional terdapat sekitar 29.000 pohon yang ditanam sebagai ikhtiar menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif keberlanjutan yang dijalankan PNM. Sebelumnya, melalui kampanye RE3 FOR-E, PNM berhasil mengumpulkan 20 ton pakaian layak pakai yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, bersamaan dengan bantuan buku bacaan untuk mendukung literasi. Nilai kepedulian yang sama juga diwujudkan melalui program PNM Mengajar yang menjangkau puluhan SMK dari Sabang hingga Merauke.

Di Kabupaten Sintang, program penghijauan tersebut diwujudkan melalui penanaman 500 bibit pohon di kawasan tepian Sungai Melawi, Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini melibatkan PNM Cabang Sintang, Pemerintah Kecamatan Sintang, Kelurahan Ladang, UPT KPH Wilayah Sintang Utara dan Timur, serta masyarakat setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPT KPH Wilayah Sintang Timur Reza Afrizal, S.Pi., M.E., C.I.O., Sekretaris Kecamatan Sintang Islandi Sapta Arivelago, S.E., M.Si., Lurah Ladang Aiduliansyah, S.ST., DMS., Pemimpin Cabang PNM Sintang Alfin Tramara Arisyuhita, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Kepala UPT KPH Wilayah Sintang Timur, Reza Afrizal, mengatakan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat merupakan bentuk nyata sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penanaman ratusan bibit pohon di tepian Sungai Melawi diharapkan tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga menjadi penahan alami yang efektif untuk mengurangi dampak erosi yang kerap mengancam permukiman warga di sekitar aliran Sungai Melawi,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Camat Sintang, Sekretaris Kecamatan Sintang Islandi Sapta Arivelago menyampaikan apresiasi kepada PNM yang telah menginisiasi kegiatan penghijauan tersebut. Menurutnya, Kelurahan Ladang merupakan salah satu wilayah yang menghadapi ancaman erosi akibat perubahan kondisi lingkungan dan dinamika aliran sungai.

“Kita menyadari kondisi lingkungan saat ini sudah mengalami banyak perubahan. Sungai semakin dangkal dan keruh, sehingga upaya penanaman pohon ini menjadi salah satu langkah untuk membantu mengurangi dampak erosi yang terjadi di kawasan bantaran sungai,” kata Islandi.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni penanaman semata, melainkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dalam menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam.

“Saya berharap masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar lokasi penanaman, ikut menjaga dan merawat tanaman ini. Jangan sampai hanya ditanam hari ini lalu ditinggalkan. Jika dirawat dengan baik, beberapa tahun ke depan kawasan ini bisa menjadi ruang hijau yang indah dan bahkan berpotensi menjadi destinasi wisata,” ujarnya.

Menurut Islandi, beberapa jenis pohon yang ditanam juga memiliki nilai ekonomi sehingga dapat memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat. Namun, pemilihan jenis tanaman tetap harus mempertimbangkan kondisi kawasan yang kerap terdampak banjir.

“Kita ingin membangun ekosistem yang hijau dan nyaman. Ke depan, masyarakat bisa menikmati suasana tepian sungai yang rindang, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari tanaman yang tumbuh dengan baik,” katanya.

Sementara itu, perwakilan PNM Sintang, Rozi Ardiansyah, mengatakan kegiatan penanaman pohon merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Selain membantu menjaga kelestarian alam, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Melalui penanaman 500 bibit pohon ini, kawasan tepian Sungai Melawi diharapkan semakin hijau, mampu mengurangi risiko erosi, serta menjadi warisan lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *