SINTANG -Pemerintah Kabupaten Sintang terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian fiskal di tahun 2026. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sintang, Harisynto Linoh, menegaskan bahwa peningkatan PAD menjadi harapan utama di tengah berbagai tantangan keuangan daerah.
Menurut Harisynto, hingga saat ini struktur pendapatan Kabupaten Sintang masih didominasi oleh dana transfer dari pemerintah pusat. Dari total APBD yang berada di kisaran Rp1,8 hingga Rp1,9 triliun, kontribusi PAD baru mencapai sekitar Rp240–250 miliar atau masih di bawah 15 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap pusat masih cukup tinggi.
“Kita berharap PAD tahun ini bisa meningkat. Ini penting agar daerah kita lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada dana pusat,” ujar Harisinto.
Ia menjelaskan, salah satu kelemahan utama PAD Sintang terletak pada masih terbatasnya sumber-sumber pendapatan yang tergarap secara optimal. Selain itu, tingkat kepatuhan wajib pajak dan retribusi daerah juga masih perlu ditingkatkan. Di sisi lain, kondisi geografis serta keterbatasan infrastruktur turut menjadi tantangan dalam memaksimalkan potensi pendapatan.
Namun demikian, Sintang juga memiliki sejumlah kelebihan yang menjadi peluang besar untuk meningkatkan PAD. Sektor perkebunan, perdagangan, jasa, hingga pengelolaan aset daerah dinilai masih sangat potensial untuk dikembangkan. Pemerintah daerah juga terus mendorong inovasi dalam sistem pemungutan pajak dan retribusi agar lebih efektif dan transparan.
Harisinto menegaskan bahwa upaya peningkatan PAD tidak akan dilakukan secara instan melalui kenaikan tarif pajak yang membebani masyarakat. Sebaliknya, pemerintah memilih pendekatan bertahap melalui perluasan basis pajak, optimalisasi aset, serta peningkatan pelayanan kepada wajib pajak.
“Kalau PAD kita naik, maka secara otomatis rasio belanja pegawai terhadap APBD akan turun. Itu yang kita kejar, bukan membebani masyarakat atau dunia usaha,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan PAD akan berdampak positif pada keberlanjutan pembangunan daerah, termasuk dalam menjaga stabilitas pembiayaan sektor pelayanan publik.
Dengan berbagai strategi yang disiapkan, Pemkab Sintang optimistis PAD pada tahun 2026 dapat mengalami peningkatan signifikan. Harapan ini sekaligus menjadi langkah penting menuju kemandirian fiskal dan pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Sintang.






