Sintang-Pemerintah Desa Topan Nanga, Kecamatan kayan hulu, Kabupaten Sintang,tengah menggagas program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan ayam daging dan petelur. Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Topan Nanga, Diranto(29/6/25)
“Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah desa dan calon Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma),” kata Diranto. Menurut dia, peternakan ayam dipilih karena memiliki potensi pasar yang luas dan bisa mendorong pendapatan masyarakat desa.
Meski usulan telah disampaikan, program tersebut masih menunggu proses pencairan Dana Desa tahap pertama tahun anggaran 2025.
“Kami masih menunggu pencairan dana desa tahap satu untuk mendukung pembiayaan awal. Proses administrasi sedang berjalan,” ujarnya.
Diranto juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Bumdesma Desa Topan Nanga belum resmi terbentuk. Pihaknya masih dalam tahap pertemuan internal dan musyawarah desa untuk menyusun struktur kepengurusan.
“Untuk saat ini, Bumdesma memang belum ada. Kami masih melakukan beberapa kali rapat pembentukan pengurus agar legalitas dan mekanismenya sesuai aturan,” katanya.
Rencana pendirian Bumdesma mendapat sambutan positif dari warga desa. Sejumlah tokoh masyarakat menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh program tersebut, terutama dalam hal penyediaan lahan dan tenaga kerja lokal.
Bila terlaksana, program peternakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi kelompok pemuda dan ibu rumah tangga. Pemerintah desa menargetkan usaha ini bisa berjalan dalam semester kedua tahun ini, bersamaan dengan rampungnya pembentukan Bumdesma.
“Kami ingin desa ini tidak hanya mengandalkan dana pemerintah, tetapi mampu berdikari melalui usaha bersama yang dikelola secara profesional,” ucap Diranto.
Program ini sejalan dengan agenda pemerintah pusat yang mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengembangan sektor unggulan berbasis potensi lokal.(cok)






