SINTANG -Pemerintah Kabupaten Sintang menghadapi tantangan serius dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di tengah keterbatasan anggaran. Hingga April 2026, persentase jalan dalam kondisi mantap di wilayah tersebut baru mencapai 13,13 persen dari total panjang jalan kabupaten.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang, Mursalin, mengungkapkan bahwa dari total 1.787 kilometer ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, hanya sekitar 230 kilometer yang berada dalam kondisi baik. Jalan yang mantap tersebut sebagian besar berada di kawasan perkotaan, sementara ruas jalan penghubung antar kecamatan masih didominasi kondisi rusak, bahkan berupa jalan tanah.
“Dengan kemantapan yang hanya 13,13 persen, ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami. Apalagi sebagian besar jalan antar kecamatan kondisinya belum memadai,” ujar Mursalin, Kamis (16/4/2026).
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya pemotongan anggaran yang cukup signifikan pada Dinas PU. Dari kebutuhan ideal pembangunan dan perbaikan jalan, kini hanya tersisa sekitar Rp75 miliar yang dapat digunakan untuk penanganan infrastruktur pada tahun anggaran berjalan.
Menurut Mursalin, keterbatasan fiskal membuat pemerintah daerah harus menetapkan skala prioritas dalam pembangunan jalan. Fokus utama diarahkan pada ruas-ruas strategis yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, seperti jalur distribusi hasil pertanian dan akses ke pusat pelayanan publik.
“Kami tidak bisa menangani seluruh ruas jalan sekaligus. Oleh karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan urgensi dan manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi geografis Sintang yang luas serta karakter tanah yang cenderung labil turut menjadi kendala dalam pembangunan jalan yang berkualitas dan tahan lama. Biaya konstruksi pun menjadi lebih tinggi dibandingkan daerah lain dengan kondisi tanah yang lebih stabil.
Pemerintah Kabupaten Sintang berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat untuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Tanpa intervensi tambahan, perbaikan jalan secara menyeluruh diperkirakan akan memerlukan waktu yang cukup panjang.
“Kami optimistis dengan dukungan berbagai pihak, kondisi jalan di Sintang dapat terus membaik secara bertahap,” ujar Mursalin.






