Dana PKH Diduga Digelapkan, KCP Bank Mandiri Tanjung Puri Sebut Data Penerima Rahasia

 

 

www.zonakapuas.com.Sintang-Lidia adalah salah satu Warga Masyarakat Desa Kayu Dujung Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, Selaku Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan ( PKH), dimana Dana PKH miliknya diduga di Selewengkan oleh oknum pendamping PKH wilayah Kecamatan Ketungau Tengah, dan pihak Bank Mandiri Tanjung Puri Sintang tertutup informasi terkait pencairan Dana PKH.

Lidia mengatakan Dana PKH nya hanya Di berikan begitu saja oleh pendamping PKH " Dana PKH yang saya terima dari mulai tahun 2017 sampai dengan tahun 2020 hanya Rp 6.380.000 Rupiah pak yang di berikan langsung oleh Bapak Hesron dengan selembar kertas, yang jelas saya bertanya tanya lah pak, punya Warga lain ada juga dari tahun 2017, sekitar 20 an Juta pak, Sementara Anak saya ada Tiga Orang", kata Lidia ke tim kami di Merakai.

Uang Dana PKH tersebut yang saya terima Rp 6 juta beserta kartu ATM, pada tahun 2017 sebesar Rp 890.000 Rupiah, kemudian pada tahun 2018 sebesar Rp 1.890.000 Rupiah, kemudian pada tahun 2019 sebesar Rp 3.600.000 Rupiah, jadi total yang saya terima sebesar Rp 6.380.000 Rupiah, dan uang tersebut diberikan sekaligus dengan saya ", jelas Lidia yang didampingi Suaminya Pitus.

 

 

Ketika dikonfirmasi ke pihak KCP Bank Mandiri Tanjung Puri oleh awak media terkait pencairan Dana PKH, Pihak Bank Mandiri mengatakan informasi pencairan tidak boleh diketahui Masyarakat luas pak, Itu rahasia pak, Kalau bapak mau memgetahui silahkan bapak ke Bank Mandiri Di pontianak untuk mempertanyakan dan ngeprint, dan KCP Bank Mandiri Tanjung Puri Sintang tidak bisa membuka informasi tersebut kepihak KPM PKH, Silahkan KPM PKH datang Bank Mandiri Provinsi Kalimantan Barat dengan membawa KTP, KK, kartu KPM PKH, dan ATM, Jelas Pegawai Bank Mandiri yang mengaku Bagian Admin, saat dihubingi di meja kerjanya pada 23/11/2020.

( red.tim)

Tags:
author
ZONA KAPUAS MEDIA

Leave a reply "Dana PKH Diduga Digelapkan, KCP Bank Mandiri Tanjung Puri Sebut Data Penerima Rahasia"