Sintang – Inflasi di Kabupaten Sintang pada bulan Oktober 2024 dipengaruhi oleh beberapa faktor penting yang saling terkait. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Nikodemus, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama inflasi adalah menguatnya harga emas dunia yang berdampak pada kondisi ekonomi global dan domestik.
Selain itu, Nikodemus juga menyebutkan faktor lain yang turut mempengaruhi laju inflasi, yaitu kenaikan harga kelapa sawit yang dipicu oleh penguatan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional. “Kenaikan harga CPO yang signifikan ini memicu kenaikan harga minyak goreng, yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Nikodemus 23 Oktober 2024
Harga CPO, yang kini semakin mendekati angka tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan harga minyak goreng yang diproduksi dari kelapa sawit ikut melambung. Mengingat kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama yang diproduksi di Kalimantan Barat,
” kenaikan harga ini langsung berdampak pada daya beli masyarakat, terutama di daerah-daerah yang bergantung pada konsumsi minyak goreng dalam kehidupan sehari-hari”.
Terkait hal ini, Nikodemus mengingatkan pemerintah untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap fluktuasi harga komoditas penting tersebut dan memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak.
“Kenaikan harga bahan pokok seperti minyak goreng harus segera diantisipasi dengan langkah-langkah strategis agar masyarakat tidak terlalu terbebani dengan inflasi yang tinggi,” ungkapnya.
Oleh Sebab itu, Harga minyak goreng turut memberi dampak pada inflasi. Sejumlah sektor yang terhubung dengan emas, seperti perhiasan dan investasi, menunjukkan peningkatan harga, yang kemudian mempengaruhi daya beli masyarakat.
Nikodemus berharap pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan sektor terkait untuk menstabilkan harga dan mencegah inflasi yang lebih parah ke depan.
Peningkatan harga CPO dan harga emas dunia menjadi tantangan bagi perekonomian Kabupaten Sintang, namun diharapkan pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk mengatasi dampak inflasi ini dan menjaga kestabilan ekonomi di tingkat lokal.






