Jembatan Ketungau Belum Fungsional, Pemkab Sintang Siapkan Jalur Darurat

SINTANG -Kelanjutan operasional Jembatan Ketungau di Kabupaten Sintang kembali menjadi sorotan. Infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat itu hingga kini belum dapat difungsikan secara penuh, meski secara fisik konstruksi jembatan telah tersambung.

Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan, jembatan tersebut belum memenuhi standar teknis keamanan. Kepala Dinas PU Sintang, Mursalin, mengatakan hasil kajian dari Universitas Tanjungpura menunjukkan masih terdapat sejumlah kekurangan struktur yang harus diperbaiki.

“Secara konstruksi memang sudah tersambung, tetapi belum memenuhi standar umur rencana jembatan hingga 100 tahun. Itu sebabnya belum bisa difungsikan secara optimal,” kata Mursalin, Kamis (16/4/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan kajian teknis, kebutuhan anggaran untuk penyempurnaan jembatan mencapai sekitar Rp32 miliar. Angka tersebut mencakup berbagai pekerjaan perbaikan, mulai dari pembenahan abutmen, penambahan segmen struktur, hingga koreksi pada pilar tengah yang dinilai belum simetris.

“Pilar tengahnya tidak simetris sehingga titik buhulnya tidak tepat. Selain itu, plat lantai juga perlu diperbaiki agar sesuai dengan standar teknis,” ujarnya.

Namun, keterbatasan fiskal daerah menjadi kendala utama. Pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat membuat Pemkab Sintang belum mampu mengalokasikan anggaran sebesar itu dalam waktu dekat.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah menyiapkan langkah darurat guna menjawab kebutuhan masyarakat yang mendesak akses penyeberangan. Dinas PU, kata Mursalin, akan membangun jalur sementara berupa titian dengan lebar sekitar dua meter di sisi jembatan.

Material untuk pembangunan jalur darurat ini sebagian berasal dari bantuan perusahaan perkebunan di sekitar wilayah tersebut. Jalur ini ditujukan khusus bagi kendaraan roda dua agar aktivitas warga tetap dapat berjalan.

“Paling tidak ada akses penghubung sementara, sehingga sepeda motor bisa melintas. Ini solusi jangka pendek sambil menunggu penanganan permanen,” kata dia.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional agar proyek perbaikan Jembatan Ketungau dapat diintervensi pemerintah pusat. Dukungan tersebut dinilai krusial mengingat besarnya kebutuhan anggaran dan pentingnya fungsi jembatan bagi konektivitas wilayah di Kabupaten Sintang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *