Sintang – Ketua DPD Forum Bela Negara Kabupaten Sintang, Syech Dedy, menyampaikan bahwa para tokoh lintas etnis di Sintang menggelar pertemuan pada Minggu malam, 31 Agustus 2025, pukul 19.30 WIB di Rumah Adat Melayu Sintang. Pertemuan itu menghasilkan sembilan butir kesepakatan bersama yang menegaskan sikap persatuan sekaligus respons atas gelombang aksi penyampaian aspirasi yang terjadi di Ibu Kota Negara dan sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Kami menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa serta prihatin atas kerusakan fasilitas umum yang terjadi akibat aksi tersebut,” ujar Dedy.
Dalam pernyataan sikap itu, para tokoh menegaskan dukungan terhadap hak setiap warga negara menyampaikan pendapat di muka umum sepanjang dilakukan secara damai, tertib, dan tidak melanggar hukum. Mereka menolak segala bentuk kekerasan, perusakan, provokasi, maupun ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah bangsa.
Kesepakatan itu juga memuat ajakan kepada masyarakat Sintang agar menjaga keamanan dan kondusivitas, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang beredar di ruang publik. “Kami mendorong penyelesaian masalah melalui dialog, musyawarah, dan jalur hukum agar aspirasi tersampaikan tanpa mengorbankan ketertiban umum,” kata Dedy.
Para tokoh turut meminta aparat keamanan bertindak profesional dan proporsional dalam mengawal aksi massa, dengan penindakan tegas hanya kepada pihak yang melanggar hukum, bukan massa secara keseluruhan. Selain itu, mereka siap bekerja sama dengan aparat dan pemerintah untuk menjaga suasana aman dan damai di Sintang.
Dalam poin terakhir, para tokoh mengimbau pemerintah dan pemangku kepentingan agar lebih berhati-hati dalam merumuskan kebijakan maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik dan media sosial, supaya tidak menimbulkan persepsi negatif dan memicu provokasi.(red)






