Ketua Komisi C DPRD Sintang Soroti Wacana Sekolah Daring, Tekankan Keseimbangan Akademik dan Karakter

SINTANG -Wacana penerapan kembali sistem pembelajaran daring (work from home/WFH) di sektor pendidikan mendapat perhatian dari Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia. Ia menilai, pengalaman selama masa pandemi Covid-19 harus menjadi bahan evaluasi penting agar sistem pembelajaran jarak jauh ke depan lebih terarah dan berkualitas.

Menurut Anastasia, penerapan sekolah daring tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian akademik semata. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter siswa.

“Kita ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Sistem daring harus mampu mendukung pembentukan itu,” ujar Anastasia,(31/3/2026).

Ia menilai, selama pandemi lalu, pembelajaran daring masih memiliki banyak kelemahan, terutama dalam aspek pembinaan karakter dan interaksi sosial siswa. Karena itu, jika kebijakan serupa kembali diterapkan, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif.

“Pengalaman sebelumnya harus jadi evaluasi. Metode pembelajaran harus diperbaiki, tidak hanya sekadar pemberian tugas, tetapi juga harus mampu membangun nilai-nilai moral dan spiritual siswa,” katanya.

Anastasia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam mendukung pembelajaran dari rumah. Ia menyebut, keberhasilan sistem daring sangat bergantung pada sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.

Selain aspek pendidikan, Komisi C DPRD Sintang juga memberi perhatian pada pemenuhan kebutuhan dasar siswa selama belajar dari rumah. Ia memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk dalam keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Program Makan Bergizi Gratis harus tetap berjalan, meskipun siswa belajar dari rumah. Kebutuhan gizi anak-anak tidak boleh terabaikan karena ini berkaitan langsung dengan kesehatan dan kemampuan belajar mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut perlu diperkuat agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pelajar.

Dengan berbagai catatan tersebut, Anastasia berharap setiap kebijakan di sektor pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran daring, dapat dirancang secara matang dan berpihak pada kepentingan siswa secara menyeluruh.

“Pendidikan tidak hanya soal nilai, tetapi juga tentang membentuk generasi yang berkarakter dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *