Camat Sintang Fauzi Hassani Soroti Dampak PETI, Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

SINTANG – Pemerintah Kecamatan Sintang bersama Polres Sintang, unsur TNI, dan Satpol PP melaksanakan kegiatan sosialisasi serta himbauan terkait maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 WIB tersebut diawali dengan apel kesiapan di halaman Mapolsek Sintang Kota. Selanjutnya, tim gabungan bergerak menuju lokasi sasaran di Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, tepatnya di Jalan Masuka Satu yang selama ini menjadi salah satu titik aktivitas PETI.

Camat Sintang, Fauzi Hassani, menegaskan bahwa aktivitas PETI memberikan dampak serius bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan sangat mendukung langkah sosialisasi yang dilakukan secara persuasif kepada para pekerja tambang ilegal.

“Aktivitas PETI ini sangat berbahaya, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ujar Fauzi Hassani.

Ia menambahkan, dampak yang ditimbulkan dari PETI tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan jangka panjang seperti pencemaran air, banjir, dan longsor.

Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menghentikan praktik pertambangan ilegal. Fauzi juga mengapresiasi respon masyarakat yang mulai memahami risiko dari aktivitas tersebut.

“Alhamdulillah, masyarakat mulai menyadari dampak negatif PETI dan bersedia menghentikan aktivitasnya. Ini menjadi langkah awal yang baik, dan kami berharap kesadaran ini terus meningkat,” tambahnya.

Fauzi Hassani juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah serta mencegah munculnya konflik sosial.

“Kami ingin pendekatan yang dilakukan tetap humanis dan edukatif, sehingga tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Semua pihak harus saling mendukung demi terciptanya lingkungan yang aman dan lestari,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Sungai Melawi dan Sungai Kapuas merupakan sumber kehidupan masyarakat yang harus dijaga bersama dari ancaman kerusakan akibat PETI.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 15.30 WIB tersebut berjalan dengan aman dan kondusif. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pekerja PETI dapat beralih ke pekerjaan lain yang lebih aman serta tidak merusak lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *