Sintang-Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menegaskan bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat harus dimulai dari hal paling mendasar, yakni tersedianya sanitasi yang layak dan toilet yang bersih. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan serah terima pembangunan toilet sekolah dari Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Program Sintang di SDN 37 Tapang Sembilan, Desa Sinar Harapan, Kecamatan Sepauk, Kamis, 12 Maret 2026.
Kartiyus menjelaskan bahwa kondisi sanitasi di Kabupaten Sintang masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data yang ada, baru sekitar 65 persen rumah tangga yang memiliki toilet, sementara sisanya masih melakukan buang air besar sembarangan. Sementara itu, akses masyarakat terhadap air bersih juga baru mencapai sekitar 56 persen.
“Karena itu, kegiatan yang dilakukan WVI Area Sintang ini sangat membantu pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sintang untuk memiliki sanitasi yang lebih layak. Kami sangat berterima kasih atas program ini yang juga melibatkan kolaborasi dengan perusahaan dari Jepang,” ujar Kartiyus.
Ia juga mengapresiasi Desa Sinar Harapan yang telah berhasil mencapai status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Menurutnya, capaian tersebut harus terus dijaga dengan membangun kebiasaan hidup bersih, terutama di lingkungan sekolah.
Kartiyus mengingatkan para guru dan orang tua untuk terus mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan toilet serta cara buang air kecil dan besar yang sehat.
“Ajarkan anak-anak kita untuk menggunakan toilet dengan benar dan menjaga kebersihannya. Karena kunci kesehatan keluarga itu dimulai dari toilet yang bersih. Begitu juga di sekolah, kesehatan siswa sangat bergantung pada kebersihan toilet sekolah,” tegasnya.
Ia juga memuji komitmen Wahana Visi Indonesia yang selama ini aktif mengkampanyekan pentingnya akses air bersih dan sanitasi yang layak di Kabupaten Sintang.
“WVI Sintang luar biasa dalam mendorong program air bersih dan sanitasi. Semoga semua kebaikan yang dilakukan mendapat balasan yang setimpal,” tambah Kartiyus.
Sementara itu, Zona Project Manager WVI Kalimantan Barat, Meiseany Hortensia, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan kerja sama antara WVI, World Vision Jepang, dan Sato Lixil. Melalui program ini dibangun 14 unit toilet baru, renovasi 7 unit toilet sekolah, serta pembangunan tiga sarana air bersih di beberapa sekolah di Kecamatan Sepauk.
“Hari ini dilakukan serah terima karena para pendonor dari Jepang sedang berkunjung untuk melihat langsung hasil pekerjaan yang telah dilakukan,” jelas Meiseany.(rilis prokopim sintang)






