Sintang- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, menyoroti kendala klasik yang masih mencekik potensi pariwisata di Kabupaten Sintang: buruknya akses infrastruktur. Ia pun menggantungkan harapan besar pada Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, untuk membawa intervensi anggaran dari pemerintah pusat melalui dana Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Sebastian mengakui bahwa hingga saat ini, sejumlah objek wisata potensial di Sintang masih sulit berkembang akibat jalan yang rusak atau belum memadai. Kondisi ini dinilai menghambat perputaran ekonomi masyarakat lokal yang seharusnya bisa tumbuh melalui sektor jasa dan UMKM.
“Kendala hari ini memang pada infrastruktur akses menuju objek wisata tersebut. Ini yang membuat nilai plus dari tempat wisata kita tidak terserap maksimal oleh ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Sebastian Jaba saat memberikan keterangan kepada awak media.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) yang mencakup kawasan wisata tersebut, Sebastian menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang harus memberikan perhatian khusus. Ia mendesak adanya alokasi anggaran daerah yang spesifik untuk membenahi titik-titik krusial menuju destinasi wisata. Namun, ia menyadari keterbatasan fiskal daerah menuntut adanya “tangan dingin” dari pusat.
Jaba menerangkan menanti dana inpres lewat Jalur Lasarus, Ketua Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, di Kabupaten Sintang baru-baru ini menjadi angin segar. Sebastian berharap politikus PDI Perjuangan itu mampu bersinergi untuk “menjemput” dana pusat demi membangun akses jalan di kawasan wisata Sintang.
“Harapan kita, dengan hadirnya Bapak Ketua Komisi 5, beliau bisa bersinergi menjolok dana pusat, mungkin melalui dana Inpres. Itu harapan kami di DPRD Kabupaten,” tutur Sebastian.
Dana Inpres Jalan Daerah memang menjadi instrumen strategis yang sering diperjuangkan Lasarus untuk memperbaiki jalan-jalan kabupaten yang strategis namun tak terjangkau APBD. Sebastian meyakini, jika akses tersebut diperbaiki, objek wisata di Sintang akan bertransformasi menjadi magnet pertumbuhan ekonomi baru.
Ia pun menyatakan kesiapannya untuk mengawal proses ini dari tingkat daerah. “Saya secara pribadi siap membantu mengatasi problema yang ada agar tempat ini benar-benar bisa kita gunakan dan kita siapkan menjadi objek wisata unggulan,” pungkasnya. Sinergi antara kebijakan pusat dan daerah kini menjadi pertaruhan untuk mengangkat kembali pamor wisata Bumi Senentang yang sempat meredup.
