Rumpak harapkan Aksi Damai Besok, Tokoh Adat Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi dan Ketertiban
SINTANG– Menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi atau demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung esok hari di Pengadilan, sejumlah tokoh adat memberikan seruan penting bagi seluruh masyarakat. Dalam pernyataan resminya, ditekankan bahwa meski berdemonstrasi adalah bagian dari hak demokrasi yang wajar, nilai-nilai adat istiadat harus tetap menjadi prioritas utama sebagai panglima dalam bertindak.
Wakil ketua DRPD sintang,Yohanes Rumpak menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh pihak yang terlibat, termasuk kelompok masyarakat adat, akan selalu mengedepankan etika dan tradisi leluhur. “Kita percaya bahwa kawan-kawan adalah orang adat yang pasti menjaga adat istiadat kita semua. Mari kita tunjukkan bahwa aksi ini didasari oleh niat baik untuk menyelesaikan masalah tanpa melupakan identitas kita,” ujarnya.(29/3/2026)
Tanpa Kerusakan dan Tanpa Darah
Dalam kesempatan tersebut, ditekankan dua aturan adat sakral yang tidak boleh dilanggar selama aksi berlangsung:
Tidak Melakukan Perusakan,Aksi harus berjalan tanpa merusak fasilitas atau properti apa pun
Dilarang keras adanya insiden yang menyebabkan luka atau tumpah darah di antara sesama warga maupun dengan petugas keamanan.
“Dua hal ini adalah pantang bagi kita. Jangan sampai terjadi kerusakan atau ada darah yang keluar di antara kita. Ini adalah pengingat agar aksi besok betul-betul berjalan mulus,” tegasnya, sembari mengutip pesan serupa dari tokoh masyarakat lainnya, Pak Saing.
Menariknya, ada imbauan khusus bagi masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi. Warga yang tidak mengetahui duduk perkara atau akar persoalan secara mendalam disarankan untuk tidak ikut serta dan lebih baik tetap berada di rumah. Hal ini dimaksudkan agar ruang penyampaian aspirasi diberikan sepenuhnya kepada mereka yang benar-benar memahami materi yang akan disampaikan di pengadilan besok.
Rumpak menginginkan pengamanan, tokoh adat menyatakan kepercayaan penuh pada profesionalisme aparat keamanan. Diharapkan ada komunikasi yang intens antara massa dan petugas mengenai batas-batas tindakan yang diperbolehkan.
“Pihak keamanan sudah memiliki standar prosedur operasional yang profesional. Kita harus saling menghargai. Demonstrasi adalah hal biasa dalam demokrasi, namun keberhasilan kita diukur dari seberapa tertib dan damainya proses tersebut,” tutupnya dengan optimisme bahwa aksi besok akan berjalan kondusif.
