SINTANG – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Yustinus, memberikan penilaian yang berimbang terhadap Program Makanan Bergizi (MBG) di Kabupaten Sintang. (16/5/25)
Yustinus menyatakan bahwa program ini memiliki dampak positif, namun juga masih membutuhkan perbaikan dan penyempurnaan. Menilai program MBG ini, saya katakan baik dan tidak baik secara bersamaan,” ujar Yustinus.
“Ada sisi positif yang terlihat jelas, namun ada juga aspek yang perlu ditingkatkan.”
Yustinus menunjuk pada dampak positif MBG dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak kurang mampu. Program ini terbukti efektif dalam memberikan akses makanan bergizi bagi siswa yang mungkin tidak mendapatkan sarapan yang memadai di rumah.
“Anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama yang rumahnya jauh dari sekolah dan berangkat tanpa sarapan, mendapatkan asupan gizi melalui program MBG,” jelasnya.
Program MBG, menurut Yustinus, memberikan dampak positif pada kondisi fisik siswa. Dengan asupan gizi yang tercukupi, diharapkan siswa memiliki kondisi fisik yang lebih prima untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Harapannya, dengan asupan gizi yang terpenuhi, kondisi fisik anak-anak kita semakin kuat, dan prestasi belajar mereka pun meningkat,” tambahnya.
Namun, Yustinus juga mengakui adanya beberapa kekurangan dalam program MBG. Ia tidak merinci secara spesifik kekurangan tersebut, namun menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk optimalisasi program.
“Tentu saja, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan disempurnakan agar program MBG dapat memberikan manfaat yang lebih optimal,” katanya.
Yustinus berharap agar program MBG dapat terus ditingkatkan dan diperluas jangkauannya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan masyarakat, untuk memastikan keberhasilan program MBG dalam meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Sintang.
Yustinus menekankan,Ke depan, kita perlu terus mengevaluasi dan meningkatkan program MBG, Kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini.”ujarnya
Lebih lanjut, Yustinus menekankan pentingnya pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan terhadap program MBG.
Hal ini penting untuk mengidentifikasi kekurangan dan hambatan yang dihadapi, serta untuk melakukan penyesuaian dan perbaikan agar program MBG dapat berjalan secara efektif dan efisien.
“Pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan efektivitas program MBG,” kata Yustinus.
Dengan demikian, kita dapat melakukan penyesuaian dan perbaikan agar program ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi anak-anak kita.
Secara keseluruhan, Yustinus melihat program MBG sebagai langkah positif dalam upaya peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Sintang.
Namun, ia juga menekankan pentingnya perbaikan dan penyempurnaan berkelanjutan untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Komitmen untuk terus meningkatkan program ini menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan generasi muda Sintang yang sehat dan cerdas.(cok)
