Lurah Ladang Peringatkan Warga Soal Ancaman DBD di Tengah Cuaca Ekstrem

Sintang– Lurah Kelurahan Ladang, Aidulyansah, mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak menentu. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah tersebut mengalami suhu panas terik yang disusul hujan sebentar, menciptakan lingkungan ideal bagi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Kondisi lingkungan kita, terutama dari segi kebersihan, masih memerlukan perhatian khusus,” ujar Aidulyansah saat ditemui di Kantor Kelurahan Ladang, (25/6/25)

Ia menjelaskan bahwa genangan air yang muncul pasca-hujan, ditambah tumpukan sampah di sejumlah titik, berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. Salah satu area yang menjadi perhatian serius adalah tepian sungai di wilayah kelurahan, yang terlihat penuh dengan limbah rumah tangga dan sampah plastik.

“Kalau tidak segera kita bersihkan, bukan hanya DBD yang mengintai, tapi juga masalah kesehatan lainnya. Saya minta kerja sama dari seluruh warga,” kata Aidulyansah.

Tumpukan sampah memang terlihat di sejumlah area sepanjang bantaran sungai. Bekas wadah makanan, ember rusak, hingga ban bekas tampak dibiarkan menampung air hujan, menciptakan tempat berkembangnya jentik nyamuk. Beberapa warga mengaku telah membersihkan lingkungan sekitar rumah mereka, namun keterbatasan tenaga dan fasilitas membuat upaya itu belum menyeluruh.

Kelurahan Ladang, lanjut Aidulyansah, tengah menyiapkan program kerja bakti massal yang akan digelar dalam waktu dekat. Selain itu, pihaknya juga menggandeng Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk memberikan penyuluhan terkait pencegahan DBD dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami juga sudah mengusulkan ke kecamatan untuk penambahan petugas kebersihan dan dukungan peralatan. Namun, langkah awal yang paling penting tetap kesadaran warga,” ujarnya.

kelurahan,Ladang, yang dinilai memiliki tingkat kepadatan pemukiman tinggi dan pengelolaan sampah yang belum optimal.

“Jangan tunggu sampai ada yang dirawat baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai sekarang,” tegas Aidulyansah.

Warga diimbau rutin melakukan gerakan 3M: menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air. Pemerintah kelurahan berharap langkah ini dapat menekan potensi penyebaran penyakit dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi seluruh warga(cok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *