KORMI Sintang Resmi Terbentuk di Aula Keling Kumang, Yohanes Rumpak Dorong Olahraga Tradisional

SINTANG – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sintang resmi dilantik di Aula Keling Kumang, Kabupaten Sintang, Senin (25/5/2026). Pelantikan tersebut menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya KORMI Sintang terbentuk dan memiliki kepengurusan definitif.

Ketua KORMI Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, mengatakan kehadiran KORMI diharapkan menjadi wadah pengembangan olahraga masyarakat, olahraga tradisional, hingga olahraga kebugaran di Kabupaten Sintang.

“KORMI Kabupaten Sintang ini yang pertama kali dilantik. Sebelumnya memang pernah ada pelaksana tugas, tetapi belum pernah sampai dilantik secara resmi. Jadi hari ini Sintang mencatat sejarah,” kata Yohanes Rumpak dalam sambutannya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada unsur Forkopimda, organisasi olahraga masyarakat, serta seluruh undangan yang hadir pada pelantikan tersebut.

Menurut Yohanes, saat ini sudah terbentuk tujuh induk organisasi olahraga masyarakat (Inorga) di bawah naungan KORMI Sintang. Ketujuh organisasi itu yakni Fortina atau Federasi Olahraga Tradisional Indonesia, FOGBI atau Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia, Indonesia Offroad Federation (IOF), Yayasan Jantung Indonesia, Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitness Indonesia (ASIAFI), Pespati atau Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia, serta Pokti atau Persatuan Olahraga Gulat Tangan Indonesia.

Ia menegaskan KORMI tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, tetapi juga mendorong budaya hidup sehat dan pelestarian olahraga tradisional di tengah masyarakat.

“Kita ingin olahraga masyarakat berkembang sekaligus menjadi sarana menjaga kesehatan masyarakat Sintang,” ujarnya.

Yohanes juga menyoroti pentingnya keberadaan Yayasan Jantung Indonesia di bawah KORMI Sintang. Menurutnya, organisasi tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh akses informasi dan jaringan pelayanan kesehatan, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak dengan penyakit jantung bawaan.

Selain itu, KORMI diharapkan menjadi wadah pembinaan olahraga tradisional seperti gasing, menyumpit, hingga panahan tradisional agar lebih terorganisir dan berkembang.

Saat ini KORMI Kalimantan Barat telah memiliki sekitar 25 cabang olahraga. Yohanes berharap Kabupaten Sintang secara bertahap dapat menambah jumlah cabang olahraga masyarakat yang ada.

Ia juga meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Sintang, KORMI Provinsi Kalimantan Barat, serta seluruh elemen masyarakat agar organisasi yang baru terbentuk tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *