KORMI Sintang Fokus Persiapan Forprov dan Penambahan Inorga Baru

SINTANG – Ketua KORMI Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, menegaskan kepengurusan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sintang akan memprioritaskan persiapan menghadapi Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) Kalimantan Barat yang dijadwalkan berlangsung di Kota Singkawang pada 5 hingga 12 Juli 2026.

Hal tersebut disampaikan Yohanes usai pelantikan pengurus KORMI Kabupaten Sintang di Aula Keling Kumang Sintang, Senin (25/5/2026).

“Yang pertama akan kita lakukan adalah mempersiapkan keikutsertaan pada Forprov di Singkawang. Kita berharap atlet-atlet dari tujuh inorga yang sudah terbentuk di Kabupaten Sintang bisa ikut bertanding dan mengharumkan nama Sintang,” kata Yohanes.

Menurutnya, KORMI Sintang saat ini masih fokus melakukan konsolidasi organisasi karena kepengurusan tersebut baru pertama kali terbentuk secara resmi di Kabupaten Sintang.

“Kita harus melihat kekuatan dan kelemahan organisasi yang kita miliki. Ini tidak mudah karena baru pertama kali Sintang memiliki organisasi KORMI,” ujarnya.

Saat ini, KORMI Sintang telah memiliki tujuh induk organisasi olahraga masyarakat (Inorga) yang resmi terbentuk. Ketujuh Inorga tersebut yakni Portina atau Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia yang membina olahraga tradisional seperti menyumpit dan gasing, kemudian POGBI atau Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia, Indonesia Offroad Federation (IOF), Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitness Indonesia (ASIAFI), Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Pespati), serta Persatuan Olahraga Gulat Tangan Indonesia (POGTI).

Rumpak menjelaskan, keberadaan sejumlah inorga tersebut menjadi langkah awal dalam pengembangan olahraga masyarakat di Kabupaten Sintang. Menurut dia, sejumlah olahraga tradisional sebenarnya sudah lama hidup di tengah masyarakat, namun belum memiliki wadah organisasi resmi.

“Olahraga tradisional itu sebenarnya sudah ada di masyarakat, hanya selama ini belum punya induk organisasi. Dengan adanya KORMI, pembinaan atlet dan pengembangan organisasi bisa lebih terarah dan terorganisir,” katanya.

Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan jumlah Inorga di Kabupaten Sintang dapat bertambah hingga minimal 25 organisasi seperti yang sudah dimiliki KORMI Provinsi Kalimantan Barat.

“Sekarang baru ada tujuh. Artinya masih ada 18 inorga lagi yang harus dibentuk. Kita berharap dalam lima tahun ke depan itu bisa tercapai,” ujarnya.

Rumpak optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui koordinasi bersama pengurus KORMI Provinsi Kalimantan Barat serta dukungan masyarakat dan para pegiat olahraga tradisional di Kabupaten Sintang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *