Sintang — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dalam beberapa hari terakhir. Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Bahkan untuk mendapatkan Pertamax, masyarakat harus mengantre hingga lebih dari satu jam.
Akik Yai, warga Sungai Tebelian, mengaku harus berkeliling ke beberapa SPBU sebelum akhirnya mendapatkan BBM. Ia menyebut SPBU Pal 6 tutup, sementara SPBU Pal 4 dan SPBU di jalur Lintas Melawi dipadati antrean kendaraan.
“Saya keliling dari Pal 6 yang tutup, ke Pal 4 penuh, lalu ke Lintas Melawi juga penuh. Akhirnya ke SPBU Tugu Beji. Karena Pertalite sudah habis, saya terpaksa antre Pertamax dari jam 10 sampai jam 11 pagi,” kata Akik, Rabu 11/2/2026
Menurut dia, kelangkaan Pertalite membuat banyak pengendara beralih ke BBM nonsubsidi yang harganya lebih tinggi. Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat.
Akik yang juga Ketua Satgas Investigasi LSM Somasi menilai gangguan distribusi BBM berdampak langsung pada aktivitas warga. “Banyak kendaraan yang biasa menggunakan Pertalite terpaksa membeli Pertamax. Ini tentu menambah beban pengeluaran masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, harga Pertamax di Kalimantan Barat berada di kisaran Rp12.100 per liter, sedangkan Pertalite sekitar Rp10.000 per liter sesuai harga resmi yang berlaku.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina terkait penyebab kelangkaan di Sintang. Namun, peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya dan umumnya dipicu gangguan distribusi ke wilayah pedalaman.
Warga berharap pasokan BBM segera normal agar antrean panjang di SPBU tidak terus berlanjut dan aktivitas masyarakat kembali lancar.(cok)






