Kehadiran Panji Petualang di Sintang Disambut Positif, Damkar Nilai Edukasi Satwa Liar Perlu Diperkuat

Sintang – Kehadiran figur publik pecinta satwa liar, Panji Petualang, di Kabupaten Sintang mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, menilai kunjungan tersebut tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tetapi juga membawa nilai edukasi yang relevan.

“Terus terang kami sangat mengapresiasi kedatangan Mas Panji ke Sintang. Beliau dikenal luas dengan kepeduliannya terhadap satwa, terutama hewan-hewan berbahaya seperti ular,” kata Siti Musrikah saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (13/4/2026).

Menurut dia, pendekatan yang dilakukan Panji Petualang dalam mengenalkan satwa liar kepada masyarakat memiliki sisi edukatif yang kuat. Di tengah tingginya potensi konflik antara manusia dan hewan, terutama di wilayah yang masih dekat dengan kawasan hutan seperti Sintang, pemahaman mengenai penanganan satwa berbahaya menjadi penting.

Siti menyebut, sebagian besar hewan yang sering ditangani dalam kondisi darurat terutama ular berbisamemang berisiko tinggi. Namun, melalui edukasi yang tepat, masyarakat dapat memahami cara bersikap dan mengurangi potensi bahaya.

“Memang hewan-hewan tersebut berbahaya, tetapi jika kita memahami cara penanganannya, risikonya bisa diminimalkan. Di sinilah pentingnya edukasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti program yang kerap dibawakan Panji Petualang, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama terhadap korban gigitan ular berbisa. Program tersebut dinilai memberikan pengetahuan praktis yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di daerah dengan tingkat risiko tinggi.

Di Sintang, kasus kemunculan ular di permukiman bukan hal baru. Kondisi lingkungan yang masih didominasi kawasan hijau membuat interaksi manusia dan satwa liar sulit dihindari. Dalam situasi seperti ini, peran edukasi publik menjadi krusial.

Siti berharap momentum kunjungan Panji Petualang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dan penanganan satwa liar secara tepat.

“Harapan kami, kehadiran beliau bisa menambah wawasan masyarakat. Tidak hanya melihat sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pembelajaran,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga didorong untuk terus memperkuat kapasitas penanganan darurat, termasuk dalam menghadapi kejadian terkait satwa liar. Dengan kombinasi edukasi dan kesiapsiagaan, risiko dapat ditekan tanpa harus mengorbankan keselamatan manusia maupun kelestarian satwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *