SINTANG- Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sintang, Zulkarnain, menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan sebagai solusi untuk mengurangi aktivitas masyarakat perbatasan yang masih kerap berbelanja ke Malaysia melalui jalur ilegal atau (jalur tikus/red)
“Kalau pemerintah ingin masyarakat tidak lagi belanja ke Malaysia lewat jalur tikus, maka akses jalan ke wilayah perbatasan harus diperbaiki,” kata Zulkarnain (12/5/25)
“Dengan jalan yang baik, masyarakat akan lebih memilih berbelanja di Sintang.”
Ia menjelaskan bahwa jarak dari Kota Sintang ke titik nol perbatasan mencapai sekitar 200 kilometer. Jalur ini terbagi menjadi beberapa segmen dengan status pengelolaan berbeda. Dari Kota Sintang hingga Tugu Beji, merupakan jalan nasional yang perlu perbaikan. Sementara ruas dari Tugu Beji ke Simpang Semubuk sepanjang 70 kilometer merupakan jalan provinsi yang kondisinya relatif baik.
Namun, menurut Zulkarnain, masalah utama justru terletak pada ruas jalan kabupaten sepanjang 93 kilometer dari Simpang Semubuk hingga Pintas Keladan. “Ruas ini jadi titik kritis karena proyek perbaikannya sempat putus kontrak,” katanya.
Jika ruas tersebut diperbaiki secara optimal, masyarakat hanya memerlukan waktu sekitar tiga setengah jam untuk mencapai kawasan perbatasan. “Ini akan sangat membantu mobilitas warga dan mendorong mereka untuk tetap berbelanja di dalam negeri,” ujarnya.
Zulkarnain meyakini, infrastruktur yang memadai akan berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal. “Kalau akses mudah, masyarakat tidak perlu ambil risiko masuk Malaysia secara ilegal hanya untuk berbelanja,” tuturnya.
Ia menyebut perbaikan jalan sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya menyentuh aspek keamanan dan kedaulatan wilayah, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“BPPD akan terus mendorong percepatan pembangunan jalan di kawasan perbatasan. Ini adalah jalan menuju kesejahteraan masyarakat perbatasan,” ujarnya.(cok)
