BPBD Sintang Pantau Cuaca, Siaga Karhutla Meski Hujan Masih Turun

Sintang – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Abdul Sufriadi, menyatakan bahwa kondisi cuaca di wilayahnya hingga akhir Juni 2025 masih tergolong aman. Meskipun hujan masih terjadi, intensitasnya tidak ekstrem. Namun, ia tetap mengingatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersiap menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kita masih mengalami hujan, meski tidak terlalu ekstrem. Biasanya hujan turun hanya pada sore hari, dan tidak berlangsung lama,” ujar Abdul , (24/6/25).

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kalimantan Barat diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada akhir Juni hingga awal Juli. Meski demikian, Abdul berharap tidak akan terjadi banjir ekstrem seperti yang pernah melanda Sintang akibat curah hujan tinggi siang dan malam secara terus-menerus.

“Dengan kondisi sekarang, kita bersyukur Sintang terhindar dari bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang atau longsor. Tapi kita perlu waspada terhadap karhutla, karena itu jadi perhatian serius secara nasional,” kata dia.

Ia menjelaskan, pada 10 Juni lalu, pemerintah Kabupaten Sintang turut menghadiri Apel Siaga Karhutla tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur. Kegiatan itu digelar untuk menyatukan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang akan datang.

“Kita tahu Kalimantan Barat sering disebut sebagai salah satu penyumbang asap terbanyak saat musim kemarau. Kabupaten seperti Kubu Raya, Ketapang, Bengkayang, termasuk Sintang, masuk dalam kategori rawan karhutla,” ujarnya.

Abdul menambahkan bahwa hingga kini, Kabupaten Sintang masih dalam kondisi aman. Ia belum menetapkan status Siaga Darurat Karhutla karena curah hujan masih cukup menjaga kelembapan lahan. Namun, kesiapsiagaan tetap dilakukan sejak dini.

“Saya belum menetapkan status siaga karhutla karena saat ini belum diperlukan. Tapi koordinasi lintas sektor terus kami lakukan. Peralatan, personel, dan strategi penanggulangan tetap kami siapkan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa BPBD Sintang tetap memantau kondisi cuaca secara harian. Jika terjadi perubahan signifikan menuju kekeringan, maka langkah antisipatif akan segera diambil.

“Dua sampai tiga hari terakhir ini, Sintang masih dalam kondisi baik. Tidak ada banjir, tidak ada titik api. Situasi masih aman, tenang, dan terkendali,” tutur Abdul.(cok)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *