SINTANG – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sintang mengalami lonjakan tajam dan kini mencapai Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan signifikan ini dikeluhkan masyarakat karena berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga.
Pantauan di lapangan menunjukkan, harga cabai rawit menjadi komoditas dengan kenaikan paling tinggi dibanding bahan pokok lainnya. Sebelumnya, harga cabai masih berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, namun dalam beberapa hari terakhir melonjak drastis.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, Subendi, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan kenaikan harga cabai dipicu oleh terbatasnya pasokan dari daerah penghasil serta gangguan distribusi.
“Kenaikan ini disebabkan pasokan yang berkurang, sementara permintaan tetap tinggi. Faktor cuaca juga memengaruhi hasil panen di daerah pemasok,” jelas Subendi, (15/4/2026).
Menurutnya, sebagian besar pasokan cabai di Sintang masih bergantung dari luar daerah, sehingga ketika distribusi terganggu, harga langsung mengalami lonjakan di tingkat pasar.
Meski demikian, Subendi memastikan bahwa secara umum stok bahan pokok lainnya masih dalam kondisi aman dan terkendali. Pemerintah daerah melalui Disperindagkop terus melakukan pemantauan harga secara rutin di pasar-pasar tradisional.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya tengah menyiapkan intervensi berupa operasi pasar dan rencana pelaksanaan pasar murah untuk menekan harga cabai dan komoditas lain yang mengalami kenaikan.
“Kami akan berkoordinasi dengan distributor dan pihak terkait agar pasokan segera kembali normal. Jika diperlukan, pasar murah akan segera digelar,” tegasnya.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah berharap stabilitas harga dapat segera tercapai seiring membaiknya distribusi pasokan dalam waktu dekat.
Lonjakan harga cabai ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat komoditas tersebut merupakan kebutuhan utama dalam konsumsi harian masyarakat. Upaya pengendalian harga pun terus dilakukan agar tidak semakin membebani warga.






