SINTANG – Ketua DPRD Sintang, Haji Indra Subekti, menyoroti kesiapan infrastruktur digital pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan work from home (WFH). Ia menegaskan, tanpa dukungan teknologi yang memadai, kebijakan tersebut berpotensi menurunkan kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Indra, pemerintah daerah tidak cukup hanya menetapkan kebijakan kerja fleksibel. Lebih dari itu, kesiapan sistem digital, jaringan internet, serta perangkat pendukung harus dipastikan berjalan optimal agar pelayanan publik tetap terjaga.
“WFH bukan sekadar memindahkan tempat kerja. Harus ada jaminan bahwa sistem digital, jaringan, dan perangkat kerja benar-benar siap. Jika tidak, kinerja ASN akan terganggu,” ujarnya, Jumat, 2 April 2026.
Ia menilai, kesenjangan infrastruktur digital masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah. Koneksi internet yang tidak stabil serta keterbatasan perangkat kerja dinilai dapat menghambat efektivitas kerja ASN, terutama dalam menjalankan tugas-tugas administratif dan pelayanan berbasis daring.
Indra mendorong pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur tersebut. Investasi pada teknologi informasi, kata dia, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dalam menghadapi pola kerja modern.
“Jangan sampai kebijakan sudah berjalan, tapi infrastrukturnya tertinggal. Ini akan berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi sistem kerja digital antarorganisasi perangkat daerah. Tanpa sistem yang terhubung dan terstandar, koordinasi antarinstansi akan terhambat dan berpotensi menimbulkan inefisiensi.
Selain itu, Indra mengingatkan bahwa keamanan data harus menjadi perhatian serius. Peningkatan aktivitas digital, menurut dia, harus diiringi dengan sistem pengamanan yang kuat untuk mencegah kebocoran data dan gangguan siber.
DPRD Sintang, lanjutnya, akan mengawal kesiapan ini melalui fungsi pengawasan. “Kita tidak ingin pelayanan publik terganggu hanya karena kesiapan digital yang setengah-setengah,” ujar Indra.
