Viral Jalan Bedayan Sepauk, Suara Warga di Medsos Jadi Harapan Baru Perbaikan Infrastruktur

SINTANG – Kondisi memprihatinkan Jalan Bedayan di Kecamatan Sepauk yang viral di media sosial kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Video dan konten yang dibuat oleh anak-anak setempat memperlihatkan jalan berlumpur dan rusak parah, sekaligus menjadi simbol kuat kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, merespons langsung viralnya kondisi tersebut pada Minggu (29/3/2026). Ia mengakui bahwa jalan tersebut memang dalam kondisi rusak berat dan berstatus sebagai jalan kabupaten.

“Terkait Jalan Bedayan Sepauk, saya sudah konfirmasi. Saya juga sudah menelepon Pak Gubernur Kalbar dan menyampaikan permohonan maaf. Mungkin ini berawal dari konten anak-anak, tapi kenyataannya jalan itu memang jelek, saya akui demikian,” ujar Bala.

Fenomena viral ini tidak hanya menjadi sorotan, tetapi juga bentuk aspirasi masyarakat yang disampaikan secara kreatif melalui media sosial. Banyak warganet memberikan dukungan, bahkan mengapresiasi keberanian anak-anak yang menyuarakan kondisi kampung mereka.

Sejumlah unggahan di media sosial menyebut bahwa aksi tersebut bukan sekadar konten hiburan, melainkan bentuk kepedulian terhadap akses jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga, mulai dari pendidikan, ekonomi hingga layanan kesehatan.

Menanggapi hal ini, Bupati Bala justru melihat sisi positif dari viralnya kondisi jalan tersebut. Ia menyebut bahwa perhatian publik dapat membuka peluang percepatan penanganan dari pemerintah pusat.

“Kadang apa yang membuat kesal, malah bisa menimbulkan ‘mukjizat’. Dengan viralnya kondisi jalan ini, ada perhatian dari pusat, bahkan peluang bantuan untuk perbaikan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang telah melakukan komunikasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat. Hasilnya, terdapat respons positif terkait kemungkinan prioritas penanganan jalan tersebut.

“Tanggapan dari balai sudah ada dan cukup positif. Kemungkinan akan diprioritaskan, namun tetap harus melalui proses dan persyaratan yang berlaku,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Sintang diminta segera menyiapkan dokumen teknis berupa peta jalan, panjang ruas, lebar jalan, hingga rencana penanganan secara menyeluruh. Semua persyaratan tersebut menjadi bagian penting dalam pengajuan program perbaikan.

Rencana perbaikan Jalan Bedayan akan diusulkan melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), yang menjadi salah satu skema percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.

“Perbaikan jalan ini kita usulkan melalui program Inpres Jalan Daerah. Memang anggaran bukan di daerah, tapi semua syarat akan kita penuhi agar bisa segera direalisasikan,” tegas Bala.

Viralnya Jalan Bedayan kini menjadi bukti bahwa suara masyarakat, sekecil apa pun, dapat berdampak besar jika disampaikan dengan cara yang tepat. Pemerintah daerah pun mengapresiasi kepedulian warga yang terus mendorong perhatian terhadap pembangunan infrastruktur.

Harapannya, perhatian yang telah terbangun ini tidak berhenti sebagai viral semata, tetapi benar-benar berujung pada perbaikan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Bedayan dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *