Sintang, – Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) menggelar peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dengan fokus pada peningkatan literasi dan inklusivitas. Acara yang berlangsung khidmat ini ditandai dengan penyerahan simbolis buku Braille kepada Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri (SLBN) 25 Sintang dan pemberian kartu anggota Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) kepada Direktur Forum Indonesia Menulis. Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemkab Sintang dalam pemerataan akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Kepala Dispersip, Setina, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Harkitnas tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan budaya baca dan literasi di Kabupaten Sintang. Menurutnya, literasi merupakan kunci utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan bermartabat. “Dengan literasi yang tinggi, masyarakat akan lebih mudah mengakses informasi, mengembangkan potensi diri, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Penyerahan buku Braille kepada SLBN 25 Sintang merupakan wujud nyata kepedulian Pemkab Sintang terhadap kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus. Buku-buku tersebut diharapkan dapat membantu para siswa dalam mengakses informasi dan meningkatkan kemampuan membaca. Setina menekankan pentingnya akses literasi yang inklusif, sehingga tidak ada warga Sintang yang tertinggal dalam pembangunan.
Selain itu, pemberian kartu anggota IPI kepada Direktur Forum Indonesia Menulis juga memiliki makna yang strategis. Kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kepustakawanan dan penulis, dianggap penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan literasi di Kabupaten Sintang. Dengan bergabungnya Direktur Forum Indonesia Menulis sebagai anggota IPI, diharapkan akan terjalin sinergi yang lebih kuat dalam pengembangan literasi di daerah.
Acara peringatan Harkitnas ini juga diisi dengan berbagai kegiatan lain, seperti pameran buku, lomba membaca, dan diskusi literasi. Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya literasi. Partisipasi masyarakat dalam acara ini sangat tinggi, menunjukkan antusiasme yang besar terhadap upaya peningkatan literasi di Kabupaten Sintang.
Pemkab Sintang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan kearsipan. Berbagai program dan inovasi terus dikembangkan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah-daerah terpencil. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Kabupaten Sintang dapat menjadi kabupaten yang maju dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas SDM-nya yang dilandasi oleh literasi yang tinggi. Pemerintah juga berharap agar masyarakat Sintang dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang tersedia secara optimal untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Sintang berharap dapat menginspirasi daerah lain untuk lebih memperhatikan dan memprioritaskan pengembangan literasi sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan. Peningkatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan Kabupaten Sintang dapat mewujudkan masyarakat yang cerdas, berbudaya, dan berdaya saing.






