SINTANG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Mapan Jaya, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, menjadi contoh keberhasilan pengelolaan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Camat Kayan Hulu, Yudius, menyebut BUMDes ini sebagai yang terbaik di wilayahnya, berkat program unggulan pengembangan ayam petelur yang terintegrasi dengan pertanian jagung.
“BUMDes Mapan Jaya memang sudah terbentuk sejak 2023, tapi mulai efektif bergerak pada 2024. Tahun ini mereka bahkan akan menambah jumlah ayam petelur,” kata Yudius(28/5/25)
Keberhasilan program ini tak lepas dari perencanaan matang dan kolaborasi kuat antara BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat. Saat ini, BUMDes Mapan Jaya mengelola peternakan ayam petelur dengan skala yang terus berkembang, didukung oleh ketersediaan pakan yang diproduksi sendiri.
Penanaman jagung hibrida menjadi kunci keberlanjutan program. Jagung tersebut ditanam di lahan sekitar setengah hektare per RT dan digunakan sebagai pakan utama ayam. “Tahun ini, tanaman jagung baru ditanam kembali. Hasil panen sebelumnya mencapai 400 kilogram. Ini menunjukkan komitmen warga terhadap program yang mereka bangun sendiri,” ujar Yudius.
Model integrasi antara sektor pertanian dan peternakan ini menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan. Tak hanya menekan biaya produksi, program ini juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan warga. Hasil penjualan telur memberi kontribusi nyata bagi ekonomi keluarga dan pembangunan desa.
Menurut Yudius, kesuksesan Mapan Jaya seharusnya bisa direplikasi oleh desa-desa lain di Kayan Hulu, bahkan di seluruh Kabupaten Sintang. Pemerintah kecamatan telah menyiapkan dukungan berupa pelatihan, pendampingan teknis, hingga akses ke teknologi pertanian dan peternakan modern.
“BUMDes bisa jadi motor ekonomi desa kalau dikelola serius. Mapan Jaya adalah buktinya,” kata Yudius.
Dengan strategi yang tepat dan pemanfaatan potensi lokal, pembangunan desa berbasis BUMDes bukan lagi wacana, melainkan solusi konkret bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (cok)
