SINTANG – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Agung Gumiwang, menegaskan arah pembangunan daerah tidak boleh semata bertumpu pada infrastruktur fisik. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar menyeimbangkan fokus pembangunan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik masyarakat maupun aparatur pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Agung saat menelaah hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sintang, Kamis (9/4/2026). Menurut dia, pembangunan yang hanya berorientasi pada fisik berisiko tidak memberikan dampak maksimal jika tidak dibarengi kesiapan SDM yang mumpuni.
“Pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi jangan sampai melupakan pembangunan SDM. Baik masyarakat maupun aparatur pemerintah daerah harus terus ditingkatkan kapasitasnya,” ujarnya tegas.
Agung menilai, peningkatan kualitas SDM aparatur menjadi kunci dalam mendorong efektivitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang profesional. Ia menyoroti masih perlunya penguatan kompetensi, integritas, dan inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang agar mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, serta penguatan sektor ekonomi produktif. Menurutnya, masyarakat yang memiliki kapasitas dan daya saing akan menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Agung mengaitkan kualitas SDM dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menyebut, ketika seluruh elemen—baik pemerintah maupun masyarakat—memiliki kapasitas yang kuat, maka potensi daerah dapat dikelola secara optimal dan berdampak pada peningkatan PAD.
“Kalau SDM kita sudah siap, inovasi akan tumbuh. Dari situlah peningkatan PAD bisa didorong secara berkelanjutan,” katanya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, kontribusi PAD Kabupaten Sintang masih perlu ditingkatkan untuk memperkuat kemandirian fiskal. Oleh karena itu, Agung mendorong adanya terobosan dan inovasi dalam menggali potensi pendapatan daerah, termasuk optimalisasi sektor unggulan seperti perkebunan, perikanan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Ia menegaskan, sinergi antara pembangunan infrastruktur dan penguatan SDM harus berjalan beriringan agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Selain itu, pengawasan terhadap implementasi program juga harus diperketat agar tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan.
“Pembangunan harus berorientasi pada hasil. Infrastruktur yang baik ditopang SDM yang unggul, itulah kunci kemajuan Sintang ke depan,” kata Agung.
