Sintang – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edi Harmaini, menegaskan bahwa upaya penanganan stunting dan gizi buruk harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan intervensi pemerintah, tetapi juga melibatkan semua pihak. Menurutnya, faktor pola asuh hingga kecukupan gizi menjadi penentu utama dalam mencegah stunting pada anak.
“Masalah gizi buruk dan stunting ini sangat kompleks. Pola asuh yang kurang tepat, asupan gizi yang tidak mencukupi, semua berpengaruh besar. Kami dari pemerintah melakukan intervensi dari berbagai sisi, mulai dari remaja, ibu hamil, hingga calon pengantin,” 23 Juni 2025.
Ia menyebutkan bahwa Puskesmas di wilayahnya telah aktif melakukan pendampingan kepada ibu hamil dan calon pengantin sebagai bentuk pencegahan dini. Pemeriksaan kehamilan juga digalakkan untuk dilakukan minimal enam kali selama masa kehamilan.
“Ini penting untuk memastikan ibu dan janin dalam kondisi sehat. Setelah melahirkan, perhatian terhadap tumbuh kembang otak anak juga harus terus dijaga,” kata Edi.
Dinas Kesehatan Sintang, lanjut Edi, telah melaksanakan pendekatan dari tingkat posyandu, pustu, hingga kunjungan rumah. Pemerintah daerah disebutnya berupaya menyusun strategi yang komprehensif, dengan pelibatan lintas sektor.
Secara data, prevalensi stunting di Sintang saat ini mencapai 24 persen. “Angka ini cukup tinggi. Kita pernah menjadi salah satu daerah dengan percepatan penurunan stunting terbaik, namun kembali meningkat. Maka evaluasi menyeluruh sangat diperlukan,” ucap Edi.
Ia mengajak seluruh elemen, termasuk pemerintah desa, kader kesehatan, dan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), untuk turut andil dalam perbaikan gizi masyarakat.
“Stunting bukan hanya masalah pemerintah. Semua pihak harus terlibat. Perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar desa juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat,” katanya.
Edi menambahkan, ibu hamil diimbau mengonsumsi makanan bergizi dari bahan lokal seperti ikan gabus, sayuran segar, dan susu. Selain itu, aktivitas fisik seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari juga dianjurkan untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Kami terus mendorong masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya kesehatan. Dengan gerakan bersama, kita berharap angka stunting bisa terus ditekan,” ujar Edi.(cok)






