Sintang – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kurniawan, menegaskan bahwa arah pembangunan tahun 2027 difokuskan pada peningkatan daya saing daerah melalui penanganan sejumlah isu strategis yang masih menjadi tantangan utama.
Hal itu disampaikannya dalam pemaparan hasil perencanaan pembangunan daerah, Kamis, 9 April 2026. Menurut Kurniawan, terdapat empat sektor utama yang menjadi perhatian, yakni infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), ekonomi, serta tata kelola pemerintahan.
Di sektor infrastruktur, kondisi jalan masih menjadi pekerjaan rumah serius. Ia menyebut indeks infrastruktur Sintang masih tergolong rendah, terutama akibat keterbatasan jalan mantap yang baru berada di kisaran 13 persen. Karena itu, percepatan pembangunan jalan dan jembatan di wilayah prioritas menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Sementara di bidang SDM, persoalan stunting masih cukup tinggi, yakni sekitar 31 persen. Selain itu, angka putus sekolah dan rata-rata lama sekolah juga menjadi perhatian. “Peningkatan kualitas SDM harus dilakukan secara simultan, mulai dari intervensi kesehatan hingga perluasan akses pendidikan,” ujarnya.
Di sektor ekonomi, Kurniawan mengakui pertumbuhan ekonomi Sintang masih belum optimal. Hal ini terlihat dari peredaran uang masyarakat yang relatif rendah dibandingkan rata-rata provinsi Kalimantan Barat. Untuk itu, pemerintah akan mendorong peningkatan produktivitas komoditas, penguatan UMKM, serta stabilisasi distribusi pangan guna menekan inflasi.
Adapun dalam tata kelola pemerintahan, capaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan reformasi birokrasi dinilai masih perlu ditingkatkan. Penguatan pengawasan, perencanaan berbasis kinerja, serta digitalisasi monitoring pembangunan menjadi langkah strategis yang akan ditempuh.
Kurniawan juga memaparkan hasil Musrenbang kecamatan tahun 2026 yang mencatat sebanyak 4.235 usulan dari desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, 70,7 persen di antaranya masih didominasi kebutuhan pemenuhan infrastruktur dasar. Sebanyak 748 usulan direkomendasikan oleh Bappeda, dan 453 usulan diteruskan oleh kecamatan kepada perangkat daerah terkait.
“Ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur, masih menjadi prioritas utama yang harus segera ditangani,” katanya.
Ia menegaskan, sinergi antar perangkat daerah dan konsistensi dalam perencanaan menjadi kunci agar seluruh isu strategis tersebut dapat ditangani secara tepat sasaran. “Tujuan akhirnya adalah meningkatkan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Kurniawan.
