SINTANG- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang menegaskan bahwa persoalan sampah di sejumlah titik kota bukan semata karena kurangnya fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS), melainkan masih rendahnya kedisiplinan sebagian warga dalam membuang sampah sesuai tempat dan waktu yang telah ditetapkan.
Kepala DLH Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyiapkan TPS di sejumlah lokasi strategis, seperti kawasan Stadion Baning, Pasar Buah, Masuka, Pasar Menyumbung Tengah, hingga Jalan Hutan Wisata Seroja. Menurut dia, jumlah fasilitas yang tersedia saat ini relatif mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat perkotaan.
“TPS yang ada sebenarnya tidak kurang. Kami sudah siapkan di beberapa titik penting, tinggal bagaimana kesadaran warga untuk membantu menjaga kebersihan bersama,” ujar Siti, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan di lapangan, volume sampah tertinggi saat ini terpusat di tiga titik, dengan dua lokasi paling dominan yakni TPS Pasar Buah Sungai Durian dan TPS Hutan Wisata. Di dua lokasi tersebut, satu kali pengangkutan bahkan bisa mengisi satu truk penuh. Kondisi ini sejalan dengan laporan terbaru bahwa Pasar Buah memang menjadi salah satu fokus utama DLH dalam penanganan sampah kota.
Siti menambahkan, petugas kebersihan setiap pagi telah melakukan pembersihan rutin. Namun, masih ditemukan warga yang membuang sampah pada jam yang tidak semestinya, bahkan sesaat setelah lokasi dibersihkan.
“Tadi pagi saya lewat, masih ada warga yang membuang sampah, padahal anggota kami sudah membersihkan sejak subuh. Ini yang menjadi tantangan kami,” katanya.
DLH sebelumnya telah menerapkan pembatasan jam buang sampah berdasarkan Peraturan Bupati, yakni mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan penumpukan sampah di luar jadwal angkut.
Di sisi lain, TPS 3R yang memiliki petugas untuk memilah dan mengolah sampah juga masih menghadapi kendala perilaku warga sekitar yang belum sepenuhnya tertib. Padahal, sistem 3R reduce, reuse, recycle diharapkan menjadi solusi pengurangan volume sampah dari sumbernya.
Dengan gaya pengelolaan yang terus diperbaiki, DLH berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat agar wajah Kota Sintang tetap bersih, tertata, dan nyaman. Siti menegaskan, keberhasilan penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh warga.






