SINTANG – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, mengungkapkan bahwa kondisi akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kilometer 7 menjadi kendala utama dalam pengelolaan sampah di daerah tersebut.
Siti Musrikah katakan berbagai kendala operasional yang dialami petugas di lapangan. Ia menjelaskan, jalan masuk menuju TPA dalam kondisi rusak parah sehingga sering menghambat aktivitas pengangkutan sampah.
“Masalah terbesar kami memang ada di jalan masuk TPA. Beberapa kali truk terbalik, bahkan sampai patah sasis,” ujarnya.(23/4/2026)
Menurutnya, kondisi ini diperparah dengan usia armada pengangkut sampah yang sudah tua. Keterbatasan anggaran perawatan membuat kendaraan tidak lagi optimal, sementara medan jalan yang rusak semakin memperbesar risiko kerusakan.
Data terbaru menunjukkan bahwa persoalan ini sudah berlangsung cukup lama dan bahkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. TPA Sintang disebut telah mendapat sanksi sejak dua tahun terakhir, salah satunya akibat kendala infrastruktur yang belum memadai.
Siti menambahkan, pihaknya kini tengah berupaya melakukan pembenahan, terutama pada akses jalan masuk. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan pihak PLTU Sintang untuk membantu pengerasan jalan menggunakan material yang tersedia.
“Alhamdulillah sudah ada bantuan material dari PLTU, dan saat ini proses pengerasan sudah berjalan beberapa hari. Ini sangat membantu di tengah keterbatasan anggaran yang kami miliki,” jelasnya.
Selain itu, DLH juga menargetkan agar akses jalan yang lebih baik nantinya dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah. Dengan kondisi jalan yang layak, proses pengangkutan dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke TPA diharapkan menjadi lebih lancar.
Ia juga menyoroti masih adanya masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Menurutnya, jika akses ke TPA sudah baik, maka tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke lokasi yang telah disediakan.
“Kalau jalannya sudah bagus dan rata, maka pengangkutan akan lebih cepat dan masyarakat juga tidak punya alasan lagi membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
DLH Sintang berharap adanya dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat, agar pengelolaan sampah di Kabupaten Sintang dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.






