SINTANG – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sintang, Hendrika, mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam upaya mendongkrak potensi objek wisata Bukit Kelam agar lebih berkembang dan menarik wisatawan.
Ia menegaskan bahwa Bukit Kelam sejatinya merupakan salah satu ikon wisata unggulan di Kabupaten Sintang yang memiliki potensi besar, baik dari sisi keindahan alam maupun nilai geologisnya. Namun, pengelolaan dan pengembangannya belum maksimal karena keterbatasan dukungan anggaran daerah.
“Potensinya sangat besar, tetapi dengan kondisi anggaran yang minim, tentu sulit untuk melakukan pengembangan secara signifikan, baik dari sisi infrastruktur, promosi, maupun fasilitas pendukung,” ujarnya.(23/4/2026)
Bukit Kelam sendiri dikenal sebagai salah satu batu monolit terbesar di dunia dan memiliki nilai strategis untuk pengembangan ekowisata. Berbagai kajian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki daya tarik tinggi serta peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Namun demikian, Hendrika menjelaskan bahwa saat ini pemerintah daerah masih harus melakukan prioritas anggaran pada sektor-sektor lain yang juga mendesak, seperti pelayanan dasar dan pembangunan infrastruktur umum.
Ia menambahkan, berdasarkan arah pembangunan daerah dalam dokumen perencanaan terbaru, pengembangan sektor pariwisata tetap menjadi bagian penting, namun harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah yang terbatas.
“Kami tetap berupaya mencari solusi, termasuk mendorong kolaborasi dengan pihak swasta dan pemerintah pusat, agar pengembangan wisata Kelam bisa berjalan secara bertahap,” jelasnya.
Selain itu, Disporapar juga mulai mendorong konsep pengembangan berbasis masyarakat atau community based tourism, agar masyarakat sekitar dapat terlibat langsung dan merasakan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.
Hendrika berharap ke depan ada dukungan anggaran yang lebih besar serta sinergi lintas sektor, sehingga Bukit Kelam tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menjadi destinasi unggulan yang berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau didukung secara serius, Bukit Kelam bisa menjadi magnet wisata yang kuat di Kalimantan Barat,” pungkasnya.






