Sintang-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) untuk lebih progresif dalam menata kawasan wisata lokal. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dan peran media massa dalam menghidupkan kembali potensi wisata yang selama ini belum tergarap maksimal.
Sebastian mengapresiasi langkah koordinasi yang mulai terbangun, termasuk kunjungan kerja Ketua Komisi V DPR RI ke salah satu objek wisata di Sintang baru-baru ini. Menurutnya, perhatian dari level pusat tersebut harus disambut dengan kesiapan infrastruktur di tingkat daerah.
Politisi Dari Partai PDI P ini menegaskan Peran Media Sebagai Magnet Publikasi serta betapa krusialnya peran media dalam membentuk opini dan menarik minat wisatawan maupun pemangku kebijakan. Ia berharap para jurnalis dapat lebih aktif mengekspos keindahan dan potensi wisata di Bumi Senentang agar menjadi daya tarik bagi publik luas.
“Kami berharap kepedulian teman-teman media dalam mengekspos potensi ini. Ini merupakan magnet yang dibaca oleh publik dan pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat,” ujar Sebastian saat ditemui di gedung DPRD Sintang.(3/4/2026)
Menurutnya, pemberitaan yang masif akan memaksa pemerintah untuk tidak lagi menutup mata terhadap kondisi fasilitas wisata yang ada. Publikasi yang konsisten dianggap mampu mempercepat turunnya intervensi anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi ke daerah.
Lebih lanjut, politikus ini meminta Dinas Pariwisata Kabupaten Sintang segera merespons peluang tersebut dengan langkah nyata. Fokus utamanya adalah pengalokasian anggaran yang tepat sasaran untuk pembenahan tata ruang dan infrastruktur di sekitar kawasan wisata.
“Saran kami ke depannya, Pemda harus merespons baik, terutama Dinas Pariwisata. Harus ada alokasi untuk menata dan membangun infrastruktur di sekitar kawasan tersebut,” tegasnya.
Sebastian menilai, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai seperti akses jalan, fasilitas air bersih, dan penataan area UMKM, promosi sehebat apa pun tidak akan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Ia mengingatkan bahwa sinergi antara legislatif, eksekutif, dan media adalah kunci untuk mengubah sektor pariwisata Sintang dari sekadar potensi menjadi sumber pendapatan daerah yang riil.
“Kita harapkan ada sinkronisasi. Ketika media sudah mengekspos dan pusat memberikan perhatian, daerah harus siap dengan perencanaan pembangunan yang matang,” pungkasnya.
