Sintang – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nikodemus, menegaskan bahwa penanganan kerusakan jalan di ruas Bedayan hingga Nanga Libau tidak dapat dilakukan secara sekaligus. Ia menyebut, kondisi kerusakan memang terjadi di sejumlah titik, namun tidak merata di sepanjang ruas jalan tersebut.
“Masalah jalan rusak dari Bedayan sampai Nanga Libau itu hanya di beberapa titik, tidak sepanjang jalan. Karena itu, penanganannya harus bertahap dan tidak bisa sekaligus,” ujar Nikodemus.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah, termasuk melalui pokok pikiran (pokir) DPRD, menjadi salah satu faktor utama yang membuat perbaikan infrastruktur harus dilakukan secara prioritas dan berjenjang. Menurutnya, seluruh kebutuhan masyarakat memang penting, namun harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kita sadari semua itu adalah kebutuhan masyarakat. Tapi dengan keterbatasan anggaran, tentu tidak bisa dikerjakan serentak. Harus ada skala prioritas,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan kondisi riil di lapangan, di mana ruas jalan Bedayan–Nanga Libau saat ini mulai ditangani secara bertahap oleh pemerintah. Alat berat bahkan telah diturunkan untuk memperbaiki titik-titik kerusakan yang dinilai paling parah dan mengganggu akses masyarakat.
Nikodemus menilai, langkah penanganan bertahap ini sudah tepat, selama tetap mengedepankan kualitas pekerjaan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga ketahanan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, ia juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sintang secara umum yang masih menjadi pekerjaan besar. Berdasarkan data terbaru, tingkat kemantapan jalan di Sintang baru mencapai sekitar 13,13 persen, sementara sisanya masih dalam kondisi rusak sedang hingga berat.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa kita memang harus realistis. Infrastruktur Ace99play menjadi prioritas utama, tetapi penyelesaiannya tidak bisa instan,” tambahnya.
Nikodemus berharap, ke depan ada dukungan anggaran yang lebih besar, baik dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat, agar percepatan pembangunan infrastruktur bisa lebih optimal.
Dengan pendekatan bertahap dan berbasis prioritas, ia optimistis perbaikan jalan di wilayah Sepauk, khususnya ruas Bedayan–Nanga Libau, dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi mobilitas serta perekonomian masyarakat.
