Sintang – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kurniawan, S.Sos., M.Si, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan menjaga ketahanan pangan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Kurniawan saat menjadi narasumber dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang membahas kinerja empat tim strategis Kabupaten Sintang, yakni Tim Satgas Makan Bergizi Gratis, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Menuju 8%, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan Tim Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.
Menurut Kurniawan, keempat tim tersebut menjadi tulang punggung dalam menjaga keseimbangan pembangunan daerah antara pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, serta ketahanan pangan.
“Kami di Bappeda terus memastikan agar program-program lintas tim ini berjalan beriringan, tidak tumpang tindih, dan berorientasi pada hasil nyata di masyarakat,” ujarnya.(7/11/25)
Ia mencontohkan, Tim Satgas Makan Bergizi Gratis berperan penting dalam menekan angka stunting melalui penyediaan makanan sehat bagi anak sekolah, yang secara tidak langsung juga mendorong permintaan terhadap produk pertanian lokal.
Sementara itu, Tim Penganekaragaman Pangan fokus pada inovasi berbasis potensi sumber daya lokal seperti sagu, pisang, dan umbi-umbian agar tidak hanya menjadi konsumsi rumah tangga, tapi juga bernilai ekonomi.
“Peningkatan ekonomi menuju 8 persen bukan sekadar angka. Ini adalah hasil dari kerja bersama dari memastikan gizi masyarakat terpenuhi, inflasi terkendali, hingga sektor pangan tumbuh dari potensi lokal,” kata Kurniawan.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Sintang dalam menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun 2025. “Kita harus waspada terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok. TPID terus memantau dan berkoordinasi dengan para pelaku usaha, distributor, dan pemerintah pusat agar inflasi tetap terkendali,” pungkasnya.
Dengan sinergi empat tim strategis tersebut, Pemkab Sintang menargetkan ekonomi daerah tumbuh sehat, masyarakat semakin sejahtera, dan pangan lokal menjadi pilar kemandirian ekonomi jangka panjang.(rilis dinas kominfo sintang/red)
