SINTANG -Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terus berupaya mengatasi tantangan infrastruktur dan keterbatasan anggaran dengan berbagai langkah inovatif. Camat Kayan Hulu, Yudius, menyebut kolaborasi lintas sektor dan efisiensi kerja sebagai kunci utama menjaga pelayanan dan pembangunan tetap berjalan.
Salah satu permasalahan krusial adalah kerusakan jalan provinsi, terutama di wilayah Desa Mapan Jaya dan Entogong. Namun, alih-alih menunggu penanganan dari pemerintah provinsi, warga dan pemerintah kecamatan bergerak cepat. “Perbaikannya kami lakukan secara swadaya. Masyarakat menyumbang BBM, dan alat berat dipinjam dari perusahaan tanpa biaya sewa,” kata Yudius(28/5/25)
Biaya operasional alat berat ditanggung bersama. Menurut Yudius, pola gotong royong seperti ini menjadi solusi pragmatis di tengah keterbatasan dana pembangunan.
Keterbatasan anggaran juga berdampak langsung pada operasional kantor kecamatan. “Anggaran kecamatan sangat kecil, padahal kebutuhan pelayanan cukup tinggi,” ujarnya. Untuk itu, pihaknya menerapkan sistem kerja yang lebih efisien: tiga hari kerja aktif dan dua hari kerja administratif. “Hari kerja tetap Senin sampai Jumat, hanya kami bagi dengan model tiga hari intensif dan dua hari untuk pengarsipan dan penguatan internal,” katanya.
Sistem ini, yang baru berjalan satu bulan, masih dalam tahap evaluasi. Namun Yudius optimistis model tersebut bisa meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kualitas layanan publik. “Semua staf tetap wajib hadir. Ini bukan libur, tapi penataan ritme kerja agar lebih fokus dan efektif,” tegasnya.
Upaya efisiensi dan inovasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan daerah terpencil yang minim anggaran namun dituntut memberikan pelayanan maksimal. Yudius berharap pola kolaboratif dan efisien ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain dalam menghadapi kondisi serupa. (cok)
