Sintang-Anggota DPRD Kabupaten Sintang, John Xifli, menegaskan pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Tempunak akan menjadi salah satu usulan prioritas apabila alokasi anggaran untuk DPRD tidak kembali mengalami pemangkasan. Pernyataan tersebut disampaikannya pada 11 April 2026 saat menanggapi kebutuhan pembangunan jalan dan fasilitas dasar di sejumlah desa di Tempunak.
Menurut John Xifli, hingga saat ini masyarakat di beberapa wilayah Tempunak masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait kondisi jalan, jembatan, dan akses penghubung antardesa yang dinilai belum memadai. Ia mengatakan infrastruktur menjadi kebutuhan utama masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
“Kalau anggaran dewan tidak dipangkas lagi, kami tentu akan mendorong pembangunan infrastruktur Tempunak menjadi prioritas usulan. Banyak kebutuhan masyarakat yang harus diperjuangkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir DPRD Kabupaten Sintang menghadapi keterbatasan anggaran akibat penyesuaian fiskal daerah. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya ruang usulan pembangunan dari anggota dewan, termasuk program infrastruktur di daerah pemilihan masing-masing.
Berdasarkan postur APBD Kabupaten Sintang beberapa tahun terakhir, belanja daerah masih banyak terserap untuk kebutuhan wajib seperti belanja pegawai, pendidikan, kesehatan, serta penanganan infrastruktur dasar. Sementara kemampuan fiskal daerah dinilai masih terbatas sehingga sejumlah program pembangunan harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
John Xifli berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat terus memperjuangkan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi agar pembangunan di wilayah pedalaman dan kecamatan penyangga seperti Tempunak tetap berjalan.
Ia menilai pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. “Kalau akses jalan baik, aktivitas masyarakat juga meningkat. Hasil pertanian mudah keluar dan ekonomi masyarakat bisa tumbuh,” katanya.
