Senin, Desember 5, 2022
BerandaKalbarSintangJajaran Pemkab Sintang Berembuk Cara dan Strategi Cegah Stunting

Jajaran Pemkab Sintang Berembuk Cara dan Strategi Cegah Stunting

www.zonakapuas.com-Jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang berkumpul di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Kamis, 28 April 2022. Ada Kepala Dinas, Badan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sintang Ny Maria Magdalena, 14 Camat, 14 Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, 15 Kepala Desa Lokus Penanganan Stunting Tahun 2022, dan 20 Kepala Puskesmas Se Kabupaten Sintang. Mereka berkumpul untuk diskusi dan berembuk tentang strategi dan cara mencegah stunting di Kabupaten Sintang.

Rembuk stunting tahun 2022 tersebut dibuka oleh Bupati Sintang H. Jarot Winarno. Dihadiri Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah dan anggota tim lainnya.

Bupati Sintang H. Jarot Winarno menjelaskan bahwa stunting adalah gangguan pertumbuhan tubuh dan otak anak yang disebabkan kurangnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan atau sejak dalam kandungan hingga anak usia 2 tahun

“hasil survey pada tahun 2018 angka stunting di Kabupaten Sintang mencapai 41 persen. Kita terus bekerja keras mencegah stunting ini yang kita kenal dengan katai dan pendek. Mulai 2018 juga kita mulai melakukan aksi pencegahan stunting. Hingga kini, angka stunting masih tinggi di Kabupaten Sintang. Stunting disebabkan oleh kecukupan pangan dan gizi, sanitasi lingkungan dan fasilitas kesehatan” terang Bupati Sintang.

“kita perlu melakukan intervensi untuk mencegah stunting. Camat dan kepala desa perlu bekerja keras membantu mencegah. ADD bisa dialokasikan untuk program pencegahan stunting. Kita juga terus mendorong desa untuk mendorong warganya membuat WC di setiap rumah sehingga kemudian bisa deklarasi ODF” tambah Bupati Sintang.

“kita perlu berembuk dan duduk bersama untuk mencari terobosan baru untuk mencegah stunting ini. OPD, Camat dan Kepala Desa silakan membuat program untuk membantu mencegah stunting. Semua bekerja dan saling membantu” terang Bupati Sintang

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Maryadi menjelaskan bahwa rembuk stunting bertujuan menyusun rencana program dan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencegah dan menurunkan stunting di Kabupaten Sintang. “kita juga ingin membangun komitmen bersama seluruh elemen yang terlibat dalam penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sintang. Supaya kita sama-sama bergerak, kompak dan saling mendukung dalam upaya pencegahan stunting” terang Maryadi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Most Popular