SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sintang sebagai langkah memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah tersebut.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menegaskan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak boleh hanya dipandang sebagai pelaksanaan instruksi pemerintah pusat semata, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam dan melindungi aset daerah.
“Kita tidak sekadar menindaklanjuti arahan dari tingkat nasional maupun provinsi. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menyadari bahwa menjaga hutan, lahan, dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan generasi mendatang,” tegas Bala saat membuka rapat koordinasi.
Menurutnya, meskipun saat ini wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Sintang, mulai memasuki musim penghujan pada Juni 2026, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan tetap harus dijaga. Kondisi cuaca yang dinamis dan adanya aktivitas pembukaan lahan masih berpotensi memicu terjadinya kebakaran di sejumlah titik rawan.
Dalam arahannya, Bupati meminta seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lapangan, termasuk pemantauan titik panas (hotspot), analisis cuaca, kondisi lahan gambut, serta tingkat kerawanan wilayah berdasarkan data meteorologi dan kebencanaan.
Ia juga menekankan pentingnya belajar dari pengalaman penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya agar langkah mitigasi yang dilakukan lebih efektif dan tidak menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.
Selain evaluasi, strategi pencegahan menjadi fokus utama dalam rapat tersebut. Pemerintah daerah akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla, meningkatkan pengawasan terhadap pembukaan lahan, serta memastikan infrastruktur pengendalian kebakaran seperti embung, sekat kanal, dan sumber air tetap berfungsi optimal.
“Deteksi dini harus diperkuat. Posko siaga di tingkat kecamatan dan desa harus aktif. Patroli terpadu juga harus berjalan agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum meluas,” katanya.
Bupati juga meminta agar seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, perusahaan perkebunan, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan kebencanaan, memperkuat koordinasi dan memperjelas pembagian tugas masing-masing.
Rapat koordinasi tersebut sekaligus membahas langkah lanjutan terkait status kesiapsiagaan karhutla Kabupaten Sintang, termasuk skema penanganan darurat apabila terjadi peningkatan ancaman kebakaran pada musim kemarau mendatang.
Pemkab Sintang berharap sinergi seluruh pihak dapat menekan jumlah titik api serta mencegah terjadinya kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Sintang.
