DPRD Sintang Respons Keluhan Warga Soal Jalan Tebidah–Serawai–Ambalau

Sintang – Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan dan jembatan di ruas Tebidah menuju Serawai dan Ambalau kembali mencuat di media sosial. Unggahan akun Facebook Nofer Frensiva menyebutkan bahwa jalan tersebut telah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki, bahkan jembatan di jalur itu kini disebut sudah tidak ada lagi.

Dalam unggahan tersebut, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur yang dinilai semakin memprihatinkan. Jalan yang rusak parah dan ketiadaan jembatan disebut sangat menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama dalam mobilitas dan distribusi barang.

Menanggapi hal itu, wakil ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan, memberikan penjelasan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap kondisi tersebut. Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur, khususnya di wilayah pedalaman.

“Keluhan masyarakat itu sangat wajar dan menjadi perhatian kami. Namun harus dipahami bahwa kondisi keuangan daerah saat ini belum sepenuhnya mampu mensuport seluruh kebutuhan pembangunan, termasuk perbaikan jalan dan jembatan di beberapa wilayah,” ujar Sandan, Sabtu (10/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah tetap berupaya secara bertahap melakukan pembangunan berdasarkan skala prioritas. Infrastruktur di daerah dengan tingkat urgensi tinggi akan didahulukan, namun tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Sandan juga menambahkan bahwa faktor geografis dan akses yang sulit di wilayah seperti Tebidah, Serawai, dan Ambalau turut mempengaruhi tingginya biaya pembangunan. Hal ini membuat proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara cepat dan menyeluruh dalam waktu singkat.

“Kami di DPRD terus mendorong agar alokasi anggaran untuk infrastruktur bisa ditingkatkan, termasuk melalui dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan terus menyampaikan aspirasi secara konstruktif. Menurutnya, masukan dari masyarakat sangat penting sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan ke depan.

Pemerintah daerah, lanjut Sandan, berkomitmen untuk terus mencari solusi agar perbaikan jalan dan jembatan di wilayah tersebut dapat segera direalisasikan secara bertahap, demi menunjang konektivitas dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sintang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *