Wabup Sintang Dorong Sinergi CSR Perusahaan Sawit untuk Perbaikan Jalan Desa

Sintang-Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan di wilayah pedesaan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Safari Ramadhan di Desa Merarai Satu, Kecamatan Sungai Tebelian, Rabu, 4 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Ronny menyoroti peran strategis komoditas sawit sebagai penopang utama ekonomi masyarakat sekaligus potensi dukungan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurutnya, stabilitas harga sawit sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan perputaran ekonomi lokal. Namun di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat pemangkasan pada 2025 dan 2026, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membiayai pembangunan infrastruktur.

“Kita memahami kebutuhan utama masyarakat adalah jalan. Sementara kondisi fiskal daerah saat ini terbatas. Karena itu, kita perlu membangun sinergi, termasuk dengan perusahaan sawit melalui program CSR,” ujar Ronny.

Ia menjelaskan, perusahaan perkebunan yang beroperasi di sekitar wilayah desa memiliki tanggung jawab sosial untuk turut berkontribusi terhadap pembangunan lingkungan sekitar, terutama akses jalan yang juga digunakan untuk mobilitas operasional perusahaan.

Ruas jalan seperti Simpang Pandan menuju Merarai, lanjutnya, menjadi contoh infrastruktur yang membutuhkan perhatian bersama. Pemerintah daerah tetap akan mengusulkan perbaikan melalui pemerintah provinsi dan pusat, namun dukungan CSR dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek yang konkret.

“Kita ingin perusahaan sawit yang berinvestasi di Sintang juga hadir membantu masyarakat. Jalan ini bukan hanya untuk warga, tetapi juga menunjang aktivitas ekonomi, termasuk distribusi hasil perkebunan,” tegasnya.

Ronny berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur tanpa harus sepenuhnya bergantung pada APBD. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, pembangunan di Kabupaten Sintang diharapkan tetap berjalan meski di tengah keterbatasan anggaran.

“Kalau kita kompak dan saling mendukung, pembangunan akan tetap bergerak. Sawit harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan daerah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *