Maryadi: Seleksi JPT Sintang Transparan, Bupati Tegaskan Meritokrasi

Sintang – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang, Maryadi, menegaskan bahwa proses seleksi kompetensi (assessment) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dilaksanakan secara profesional dan terbuka. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi kunjungan Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, ke Laboratorium BKPSDM Sintang, Senin (27/04/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Maryadi bersama tim asesor dari Universitas Padjajaran Bandung yang terlibat dalam proses penilaian.

Maryadi menjelaskan bahwa pelaksanaan assessment ini merupakan tahapan penting dalam memastikan kualitas aparatur sipil negara yang akan mengisi jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. Menurutnya, seluruh peserta diuji melalui metode yang objektif dan terukur.

“Proses ini dirancang untuk menggali kompetensi, integritas, serta kapasitas kepemimpinan peserta. Kami bekerja sama dengan tim asesor independen agar hasilnya benar-benar objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Maryadi.

Ia menambahkan, sebanyak 62 peserta mengikuti tahapan seleksi yang berlangsung selama dua hari. Selanjutnya, para peserta akan mengikuti tahapan wawancara bersama tim panitia seleksi pada 4 hingga 6 Mei 2026.

“Setiap peserta memiliki peluang yang sama. Tidak ada intervensi dalam proses ini. Hasil akhir sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan kinerja masing-masing peserta selama mengikuti tahapan seleksi,” tegasnya.

Usai penjelasan dari Maryadi, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi dalam proses seleksi JPT Pratama. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah mengedepankan prinsip meritokrasi dalam menentukan pejabat yang akan menduduki jabatan strategis.

“Saya berharap dengan transparannya proses ini, kita bisa mendapatkan hasil terbaik. Tim dari Unpad merupakan tim independen, sehingga peserta sendirilah yang menentukan nasib mereka melalui usaha dan kemampuan masing-masing,” kata Bala.

Menurutnya, hasil seleksi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan pejabat yang benar-benar layak dan berkompeten. Ia juga menekankan bahwa kewenangan memilih tetap berada pada kepala daerah dari tiga nama terbaik yang diajukan oleh panitia seleksi.

Dengan proses yang terbuka dan akuntabel ini, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap dapat melahirkan pejabat yang profesional, berintegritas, serta mampu mendorong peningkatan kinerja birokrasi di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *