Pemda Sintang Sudah Kerja Sama Dengan BKSDA dan TNBBBR Pengelolaan TWA Bukit Kelam

 

Www.zonakapuas.com.Sintang-Kartiyus Kepala Bappeda Kabupaten Sintang menyampaikan Taman Wisata Alam Baning di huni oleh kelasi atau monyet merah yang sering terlihat di sepanjang jalan Kelam. “pernah juga terjadi kelasi yang tertabrak truk dan kena strum saat dia berpegangan ke tali kabel PLN. TWA Baning dengan luas 315 hektar sangat strategis bisa menyerap CO2 dan mengeluarkan oksigen” terang Kartiyus

Hendrika Kadis Pemuda, Olahraga dan Pariwisata menyampaikan Pemkab Sintang sudah menjalin kerjasama dengan TNBBBR dalam hal dukungan program satu dengan yang lain. “sinergisitas dengan TNBBBR sudah dilaksanakan selama ini.

Dengan BKSDA juga sudah ada kerjasama dalam hal pengelolaan TWA Bukit Kelam. Terima kasih kepada Kementerian LHK sudah membangun via ferrata di Bukit Kelam dan berdasarkan cerita dari para pendaki yang sudah menjajal via ferrata Bukit Kelam, ini menjadi jalur pendakian yang sangat luar biasa. Ada juga program kerjasama pembinaan masyarakat sekitar TWA” terang Hendrika

“di Kabupaten Sintang ada sekitar 120 destinasi wisata. Hanya 5 desitinasi wisata yang sudah ada pengelolanya. sisanya belum ada pengelolanya. ada juga destinasi wisata kami yang berada di wilayah hutan lindung, mohon supaya kami bisa diberikan cara untuk bisa mengelolanya.

Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang tampak hadir Kepala Bappeda Kartiyus, SH, M. Si, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Dr. Hendrika, M. Si, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa.

Sementara turut mendampingi Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) dalam diskusi tersebut Agung Nugroho, S.Si., M.A., Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Kepala BKSDA Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut., M.T, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah II Sintang P. Bharata Sibarani SH., M.A.P, dan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, M. Ari Wibawanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *